Home » » Pemantulan Cahaya (Refleksi)

Pemantulan Cahaya (Refleksi)

Pemantulan Cahaya (Refleksi)

Pemantulan cahaya dapat terjadi pada benda yang tak tembus cahaya seperti cermin, tembok, kursi, pintu besi, bulan, dan sebagainya.

Pemantulan cahaya terdiri dari:
  1. Pemantulan Teratur, yaitu pemantulan yang terjadi jika cahaya mengenai suatu permukaan benda yang rata. contoh: pada cermin, lantai, whiteboard, dan sebagainya.
  2. Pemantulan Baur/Difus, yaitu pemantulan jika cahaya mengenai suatu permukaan benda yang tidak rata. contoh: pada jalan berlubang, tembok, dan sebagainya. Pemantulan baur mengakibatkan fatamorgana.
    Pemantulan Teratur dan Pemantulan Baur/difus
    sumber: endah20.blogspot.com

 Hukum Pemantulan Cahaya 

Hukum pemantulan cahaya adalah sebagai berikut:
Hukum Pemantulan Cahaya
sumber: smpmuhammadiyah2solo.wordpress.com
Keterangan Gambar:
  • Sinar datang: sinar yang arahnya menuju permukaan benda
  • Sinar pantul: sinar yang arahnya menjauhi permukaan benda
  • Garis normal: garis khayal yang tegak lurus dengan permukaan benda
  • Sudut datang: sudut yang dibentuk antara sinar datang dengan garis normal
  • Sudut pantul: sudut yang dibentuk antara sinar pantul dengan garis normal
Bunyi hukum pemantulan bunyi yaitu:
  • Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar yang sama,
  • Besar sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)

Pemantulan Cahaya pada Cermin

Cermin dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
1. Cermin Datar, cermin yang bentuknya datar seperti cermin di rumah untuk bercermin
     Sifat bayangan yang dibentuk cermin datar yaitu:
  • maya, tegak, sama besar
  • arah kanan dan kiri berlawanan
  • jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin
    Jika dua buah cermin saling berhadapan dan membentuk sudut, maka jumlah bayangan yang terbentuk adalah:
Hasil gambar untuk jumlah bayangan yang terbentuk pada cermin datar Keterangan: n = jumlah bayangan yang terbentuk
                     α = sudut yang dibentuk oleh kedua cermin
     

2. Cermin Cekung, cermin yang bentuknya seperti bagian sendok tempat menyimpan nasi.
    Karakteristik dari cermin cekung yaitu:
  • cermin cekung bersifat konvergen yaitu mengumpulkan cahaya
  • Fokus cermin cekung bernilai positif (+) karena berada di depan cermin
  • Cermin cekung memiliki tiga sinar istimewa sebagai berikut:
Sinar Istimewa Cermin Cekung
sedikitbicarabanyakilmu.blogspot.com
a. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui fokus


b. Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama


c. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali ke titik itu


  • Cermin cekung digunakan untuk pemantul pada lampu senter
3. Cermin Cembung, cermin yang bentuknya seperti belakang sendok
     Karakteristik dari cermin cembung yaitu:
  • cermin cembung bersifat divergen yaitu menyebarkan cahaya
  • Fokus cermin cembung bernilai negatif (-) karena berada di belakang cermin
  • Cermin cembung memiliki tiga sinar istimewa sebagai berikut:
sumber: blogarama.com
a. sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari fokus
b. sinar datang seolah-olah dari fokus dipantulkan sejajar sumbu utama
c. sinar datang menuju titik pusat kelengkungan dipantulkan seolah-olah dari titik tersebut
  • Cermin cembung digunakan untuk kaca spion pada kendaraan

Besaran Cermin dan Hubungannya

Besaran yang terdapat pada cermin diantaranya:
sumber: sains-iptek.blogspot.com
Keterangan gambar:
  • f = jarak fokus
  • So = jarak objek (benda) ke cermin
  • Si = jarak  bayangan ke cermin
  • C = R = Jari-jari kelengkungan cermin
  • ho = tinggi benda
  • hi = tinggi bayangan
  • M = perbesaran bayangan
Hubungan dari besaran-besaran di atas yaitu sebagai berikut:

Ingat!!!
  • fokus pada cermin cekung bernilai positif (+)
  • fokus pada cermin cembung bernilai negatif (-)
  • jika Si bernilai negatif berarti bayangan berada di belakang cermin sehingga bersifat maya tapi jika bernilai positif berarti bayangan berada di depan cermin sehingga bersifat nyata
  • untuk mencari perbesaran bayangan, semua besaran harus bernilai positif karena ada tanda mutlak pada rumus "Si/So"
Jika berminat untuk berlatih mengerjakan soal, anda bisa berkunjung ke Latihan Soal

Bagaimana sudah paham? Kalau ada pertanyaan, boleh tinggalkan komentar di pos komentar di bawah ini atau boleh menghubungi saya di contact

Semoga bermanfaat!

1 komentar:


Langganan via Email

Posting Terbaru

VIVA.co.id

@aagiems. Diberdayakan oleh Blogger.